Ada “Kopi Kita Arjuna” di Jendela Langit Prigen

Ada “Kopi Kita Arjuna” di Jendela Langit Prigen

Rabu, 04 Maret 2020, 01.00

Salah satu spot foto " Bahtera" berlatar belakang lembah
Malangguide.com – Jalan bebatuan pengantar jejak kaki menelusuri rute menuju Jendela Langit di Prigen Pasuruan, membawa setiap travelover akbrab dengan setiap tanjakan berbatu dengan pemandangan huta pinus dan sesekali bersua dengan warung ditepian hutan.
Hari itu adalah hari selasa 3 maret 2020, tepatnya pukul 14.00 wib, terlintas pikirku untuk ngopi di warung “ Kopi Kita Arjuna”.  Nama ini aku peroleh saat searchinh di google saat waktu longgar di Hotel Baobab Prigen Kabupaten Pasuruan. Tak pernah terbayang jika untuk menuju kesana begitu berat ketika memasuki 2 km menuju lokasi.
Terpikir pertama warung Kopi Kita Arjuna  terletak dipinggiran desa yang mudah diakses oleh kendaraan. Maka tanpa piker Panjang aku meluncur kesama dengan Avanza ditemai seorang kawan, berbekal aplikasi google maps ketelusuri jalanan pedesaan Jatiarjo, Kec. Prigen dengan kabut dan hawa dingin dimusim hujan ini.
Spot Foto Tower di sisi tebing
Dua puluh menit berselang sesaat setelah meneinggalkan hotel milik taman safari, aku memasuki jalanan berbatu/ makadam dengan beberapa tanjakan yang cukup ekstrim dalam kondisi gerimis. Melihat lebar jalan , rasanya hanya cukup untuk semobil saja, jadi jika berpapasan perlu cari badan jalan yang agak lebar dan aman, agar bisa berpapasan. Disarankan jika belum benar benar terampil mengemudi roda empat sebaiknya jangan coba melintasi rute ini, kecuali memang udah terbiasa atau terampil, sangat nyaman jika menuju rute ini menggunakan motor non matic atau trail.
Tak terasa sepuluh menit berlalu menelusuri jalan bebatuan, sampailah di pintu masuk, disambut area parkir yang tidak terlalu luas, rasanya hanya cukup untuk 10 kendaraan roda empat. Sebuah pintu pagar terbuat dari kayu tertulis pintu  masuk, disamping kanan terdapat tulisan  Jendela Langit yang menandakan bahwa kita telah tiba diarea petualangan alam.
Spot Foto Tower dari sisi barat , ketinggian kurang lebih 8 meter
Aku sempat berfikir, dimana ya.. jendelanya kok dinamai jendelangit, rasa penasaran ini membuat langkah kaki ini berpacu menelusuri jalan bebatuan menuju beberapa bangunan warung dan spot foto yanh tampak dikejauhan diujung menuju tebing bukit.
Tampak sepi terlihat saat itu, hanya beberapa orang Nampak asik merawat tanaman diareal wisata alam ini. Dua bangunan utama yang berfungsi sebagai warung siap menyambut travelover  sebagai  pengantar penjelajahan wisata dikaki gunung Arjuna ini.
“ Mas, warung kopi Kita Arjuna disini ya ? tanyaku pada seorang pemuda yang sibuk menanam pucuk abang.
Oh ya mas, monggo duduk disebelah sana, sambil menunjuk ke warung kopi dipinggiran bukit, pemuda ini kemudian memanggil seorang ibu pemilik warung.
Bangunan warung dari kayu hutan ini tampak sederhana, kopi, teh, mie rebus menjadi menu utama yang siap menemani travelover menikmati pemandangan. Disebelah warung ada area spot foro berbentuk perahu berlatar belakang lembah, sementara disisi kananya berdiri spot foto berbentuk tower dengan ujung jendela, jangan naik ke tower ini jika punya punbia ketinggian atau tubuh tidak fit.
 “ bu, saya pesan kopi Arjuna masih ada,” ? sambil duduk dikursi dari potongan pohon aku memesan dua cangkir kopi asli produksi penduduk desa ini.
“ iya mas, jawaban singkat pemilik warung yang kira kira berumur 45 tahunan, sesaat pemilik warung menyiapkan kopi pesananku.
Sambil menunggu kopi pesenanku, aku berjalan kesamping warung menuju salah satu spot foto. Rasanya tidak afdol jika kesini aku enggak naik ke tower untuk berswafoto, ku tapaki setiap tangga tower dengan ketinggian kurang lebih 8 meter, sesaat kemudian ku injakkan kaki kelantai ukuran 125 cm persegi. Harus ekstra hati – hati jika kita mau berswa foto, meski dikelilingi pagar, kita tetap waspada, jangan sampai kita lalai kemudian jatuh.
Beberapa foto ku ambil, back ground jendela dan latar belakang kabut yang cukup pekat, saat turun aku minta seorang teman untuk mengambil foto dari bawah. Heeem asyik juga ternyata berada diketinggian pinggiran tebing.  Tidak sampai lima menit, aku turun, sambil berjalan kuamati hasil jepretanku diatas tadi, beberapa foto kelihatan agak buran, maklum camera HP udah agak jadul.
Spot Foto Jendela Langit,Prigen - Pasuruan
Sesampai di warung, dua cangkir kopi yang dituang di cangkir dari batok kelapa tersaji di meja, aroma sedap khas kopi  arabica  membiusku. Gimana tidak, meski aku bukan pengopi, tetapi aroma khas arabica ini seolah melupakan aku jika rasa letih menuju lokasi hilang terbayarkan dengan secangkir kopi.
kepulan asap dua cangkir kopi ini membawaku terus berimajinasi dalam khalayan kopi, bagaimana kopi ini dipriduksi, dimana diproduksi, siapa yang memproduksi ?
aku seruput dalam – dalam ujung cangkir kopi untuk menghangatkan tubuh dari terpaan hawa dingin pengunungan, rasa manis agak sedikit pahit  dan asam menelusuri lidah dan tenggorokan. Sejenak aku coba mencari ke khasan rasa kopi arjuan ini, membandingkan dengan kopi arabica lokal laiinya.
Suasana akbrab di warung kopi, aku manfaatkan untuk membuka obrolan dengan pemilik warung, sambil sedikit berbasa-basi aku coba menggali informasi tentang pengelolaan wisata Jendela Langit ini.
Jendela langit dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), sebuah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat desa yang berada didalam atau disekitar hutan untuk mengatur dan memenuhi kebutuhannya melalui interaksi terhadap hutan dalam konteks sosial, ekonomi, politik dan budaya. LMDH bekerjasama dengan Perhutani Jawa Timur dengan perjanjian kontrak tertentu.
Sajian kopi Kita Arjuna disalah satu warung di Jendela Langit, Prigen -Pasuruan
Obrolan semakin seru ketika beberapa pertanyaan aku sampaikan terkait dengan “Kopi Kita Arjuna” dengan cita rasa khas prigen. Padahal menurut pak Dayat pemiik kopi kita Arjuna, kopi yang disajikan ini adalah kopi dengan kualifiakasi nomor dua, sebab yang kualitas pertama hanya untuk diekspor.
Wow yang kualitas nomr dua aja udah begitu nikmat, lalu bagaimana yang kualitas nomor satu?
Pak Dayat dengan sabar menjelaskan beberapa pertanyaanku, kapan panen raya, bagaimana pengelolaannya, berapa harganya dan masih banyak lagi.*(A-Liem Tan)

Editor     : Alim Mustofa
Tautan   : alimmustofa
Catatan :
Tiket masuk masuk belum terkonfirmasi,

-       Parkir mobil Rp.5.000,-,
-       Tidak ada angkutan umum menuju lokasi.
-       Alamat  Tegal Kidul, Jatiarjo, Kec. Prigen, Pasuruan, Jawa Timur
-       Fasilitas : warung, spot foto, toilet dan camping ground menuju puncak gunung Arjuna.

#Malang
#Wisatamalang

#Oleholehmalang



TerPopuler